Kajian Smart City Kota Blitar
Abstrak :
Perkembangan kehidupan manusia membuat kompleksitas permasalahan yang terjadi di kota turut berkembang cepat. Fenomena ini juga terjadi di Kota Blitar sebagai kota wisata sejarah yang didukung dengan adanya makam salah satu Proklamator yakni Ir. Soekarno. Metode pemecahan masalah yang konvensional sudah tidak dapat lagi mengimbangi kecepatan pertumbuhan masalah yang timbul sehingga dibutuhkan solusi-solusi baru yang lebih inovatif dan memiliki jangkauan pemecahan masalah yang lebih besar. Salah satunya adalah dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang dewasa ini semakin mutakhir dan efisien.
Smart City muncul sebagai salah satu konsep pengembangan dan pengelolaan kota dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk menghubungkan, memonitor dan mengendalikan berbagai sumber daya yang ada di dalam kota dengan lebih efektif dan efisien untuk memaksimalkan pelayanan kepada warganya serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan (Prof. Suhono Supangat dkk, 2016). Tujuan utama konsep ini adalah untuk memaksimalkan pelayanan kepada warganya serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, beberapa dimensi yang harus dipenuhi sebuag Smart City adalah (1) Dimensi Sosial; (2) Dimensi Ekonomi; (3) Dimensi Keamanan; (4) Dimensi Lingkungan. Dalam Mencapai tujuannya, Smart City fokusi pada pengembangan infrastuktur TIK melalui integrasi data dan visualisasi informasi sehingga dapat membantu pengambilan keputusan secara optimal.
Berdasarkan paparan diatas, Pemerintah Kota Blitar melalui Bappeda melakukan Kajian Smart City yang diharapkan mampu menjadi alat untuk memaksimalkan potensi wilayah dan solusi atas berbagai masalah yang timbul dari dinamika kota yang semakin modern. Kajian ini juga diharapkan mampu menjadi pedoman kegiatan pembangunan Kota Blitar kedepannya.