Pengembangan UMKM Digital di Kota Blitar Pada Masa Pandemi Covid-19
Abstrak :
Artikel ini bertujuan mengelaborasi pengembangan Usaha Mikro Kecildan Menengah (UMKM) di masa pandemi Covid-19.UMKM sebagai penggerak ekonomi domestik dan penyerap tenaga kerja tengah menghadapi penurunan produktivitas yang berakibat pada penurunan profit secara signifikan.Oleh karena itu diperlukan model kewirausahaan yang bisa beradaptasi dengankemajuanteknologi. Hal inilah yang kemudian melahirkan model kewirausahaandigital.Ada empat dimensi yang terkait dengankewirausahaan digital yaitu aktor digital (siapa), aktivitas digital (apa), motivasidigital (mengapa) danorganisasi digital (bagaimana). Penelitian ini mengunakan pendekatan studi kepustakaan dengan mengamati danmenganalisis semua informasi mengenai topik penelitian.Ada beberapa kendala yang dihadapi para pelaku usaha mikro Kota Blitar untuk masuk kedalam ekosistem pasar digital, yakni keterbatasan SDM dalam literasi digital, menentukan platform digital, serta strategi pemasaran digital.Para pelaku UMKM yang belum terbiasa menggunakan teknologi dalam keseharianmembutuhkan sejumlah langkah adaptasi agar pola operasionalnya berubah, daripenjualan toko fisik ke platform di internet.Sebagai langkah awal memulai pemasaran digital, penting bagi untuk UKM merancang konten yang kreatif, agar pesan yang ingin disampaikan bisa diterima oleh target konsumen dengan kesan menarik.Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (UM) telah memberikan pembinaan dan motivasi bagi pelaku usaha mikro dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dampak Pandemi Covid-19. Serta memberikan beberapa pelatihan untuk pelaku usaha mikro. Mulai dari pelatihan design kemasan produk hingga pemasaran online.Keywords:Usaha Mikro, Kota Blitar