PEMETAAN KONDISI GEDUNG KANTOR KECAMATAN KELURAHAN SE-KOTA BLITAR
Abstrak :
Pertumbuhan bangunan baru di Kota Blitar merupakan sebuah proses alamiah seperti pengembangan kota, yang tidak direncanakan sebelumnya (sprawl). Faktor pertumbuhan ekonomi, penduduk menciptakan suasana atau trend pertumbuhan bangunan baru di Kota Blitar. Pengembangan kota ini berdampak pada bangunan – bangunan administratif yang terdesak diantara fungsi hunian dan komersial. Bangunan kelurahan sebagai representasi Pemerintah Kota menjadi semakin tenggelam di antara bangunan lain. Tentu saja hal ini berpengaruh terhadap optimalisasi fungsi bangunan kelurahan, seperti kurangnya lahan parkir dan sempitnya ruang pelayanan. Walaupun Pemerintah Kota Blitar mengalami kendala dalam penataan kota dan pemenuhan fungsi bangunan administratif , Pemerintah kota Blitar telah melakukan upaya renovasi dan relokasi Bangunan kelurahan di Kota Blitar. Oleh sebab itu dibutuhkan sebuah feasibility study dan pemetaan kondisi gedung kantor Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Blitar. Metode penelitian ini adalah dengan melakukan survey terhadap kondisi bangunan Kelurahan dan Kecamatan se-Kota Blitar, sedangkan tahap kedua adalah analisis dan penentuan ranking prioritas bangunan yang membutuhkan renovasi atau relokasi terlebih dahulu. Tujuan studi tahap pertama, yaitu Survey kondisi bangunan Kelurahan dan Kecamatan adalah melakukan studi eksisting bangunan, kondisi bangunan, kelayakan, site/lokasi bangunan, kesesuaian antara ruang dan pelayanan, sirkulasi dan zoning. Tahap kedua semua data hasil survey dianalisis dan dilakukan kajian mendalam tentang skala prioritas renovasi dan relokasi dari 21 kelurahan dan 3 kecamatan. Hasil akhir yang diharapkan adalah, terciptanya sinergi antara lingkungan administratif, pemukiman dan komersial di Kota Blitar dan dapat di realisasikannya bangunan administratif Kelurahan dan kecamatan yang layak dan sesuai persyaratan yang ditetapkan oleh Kota Blitar